Minggu, 26 Februari 2012

ada 30 judul berbau film Hacker

Malam-malam ane lagi browsing trus cari film-film terbaru, terus iseng ane cari film dengan keyword hacker movie akhirnya bermunculanlah postingan yang memuat pilem-pilem tentang hacker. Ni ane kasih daftar 30 pilem hacking terbaik yang pernah ada.


1. Tron (1982)
2. The Girl with the Dragon Tattoo (2009)
3. Sneakers (1992)
4. Wargames (1983)
5. eXistenZ (1999)
6. Die Hard 4: Live Free or Die Hard (2007)
7. The Score (2001)
8. The Matrix (1999)
9. The Conversation (1974)
10. Foolproof (2003)
11. The Hackers (1995)
12. Anti trust (2001)17. Takedown (2000)
13. Pirates of Silicon Valley (1999)
14. The Lawnmower Man (1992)
15. The Core (2003)
16. Virtuosity (1995)
17. Takedown (2000)
18. One Point O (2004)
19. Deja Vu (2006)
20. Revolution OS (2001)
21. The Net (1995)
22. Tron: Legacy (2010)
23. The Italian Job (2003)
24. Jurassic Park (1993)
25. GoldenEye (1995)
26. The Thirteenth Floor (1999)
27. Untraceable (2008)
28. Swordfish (2001)
29. Disclosure (1994)
30. Gamer (2009)


Mungkin ada tambahan dari agan-agan ?

4 Tren Serangan Cyber ke Indonesia di Awal 2012


1. Serangan dalam bentuk malware, botnet dan trojan

Mengapa ketiga hal ini sangat digemari oleh para hacker? Sebab serangan model seperti ini sangat mematikan dan tidak disadari oleh para pemakai komputer di instansi tersebut.

Malware dapat masuk dari berbagai celah (vulnerability) seperti email, thumbdrive dan tentu saja via jaringan komputer atau sharing file. Nah, file yang terinfeksi pun akan sangat rentan untuk bekerja dan menggandakan diri dan tentu saja meracuni sistem.

Cepat atau lambat informasi akan mengalir keluar atau sistem dibuat mati/down, (jumlahnya mencapai 78%).

2. Munculnya fake server dan fake application (server palsu dan aplikasi palsu)

Server-server palsu dan aplikasi-aplikasi palsu saat ini beredar luas di search engine. Apapun yang kita inginkan dan kita cari dapat ditemukan di search engine, tetapi tidak semua file dan aplikasi yang kita temukan merupakan file yang bersih.

Maksudnya ada beberapa file dan aplikasi sengaja diberi muatan malware, botnet dan trojan termasuk SQL injection programming. Sehingga tanpa disadari kita mendownload file-file yang sengaja diinject oleh hacker untuk menyerang system kita.

Tidak banyak engineer IT yang menguasai bidang ini, karena akses ke search engine tidak dapat dibatasi, walaupun telah difilter tetapi file-file yang disusupi ini tidak dapat dimonitor dengan baik, (jumlahnya mencapai 14%).

3. Serangan dalam media jejaring sosial

Banyak sekali pemakai komputer yang sengaja menggunakan media sosial untuk melakukan bisnis, dan mendownload dan menjalankan aplikasi-aplikasi media sosial tersebut yang menurut mereka aman dan tidak mengganggu.

Padahal di balik hal ini, hacker sudah melakukan riset dan mencari kelemahan dengan media sosial tersebut dan meletakkan aplikasi-aplikasi vital yang dapat mencari informasi penting di dalam account mereka, (jumlahnya mencapai 6%).

4. Serangan di perangkat mobile

Dua tahun belakangan, perangkat mobile sudah mendominasi pasar IT di Indonesia. Apalagi dengan harga yang murah dan berasal dari negara industrialis seperti China, perangkat mobile Android merangsek pasar di semua lini.

Mulai big boss sampai dengan anak-anak, semua menggunakannya, dan hal ini sangat diincar oleh hacker, karena aplikasi bebas juga beredar dan dapat didownload secara gratis.

Tentu saja aplikasi jahat yang tidak diketahui tertanam dan mengincar informasi penting di dalam perangkat mobile tersebut. Apalagi semua informasi pribadi berada di dalamnya, sehingga sangat mudah memindahkan informasi tersebut ke pihak lain,(jumlahnya mencapai 2%).

membangun situs aman dari hacker

Berikut ini adalah beberapa tips dalam Membangun Websites yang tidak mudah di jebol Hacker.

Sehubungan dengan maraknya deface atau hacking isi websites pemerintah maupun organisasi besar maka berikut ini berbagai tips yang dapat dilakukan oleh web administrator untuk membangun Webserver yang tangguh dan tidak mudah dibobol oleh Hacker.

Pertama
Pada umumnya, hosting websites dilakukan pada ISP (Internet Service Provider) dengan space tertentu, lalu kita melakukan upload website via FTP atau via CPANEL (Control Panel). Webhosting inilah yang rawan dan mudah sekali dibobol oleh Hacker di antaranya mengunakan teknik SQL Injection. Maka disarankan agar mengunakan Server sendiri dan mengunakan VPS (Virtual Private Server). Dengan Server sendiri atau Virtual Private Server bisa mengunakan berbagai proteksi terhadap kita secara Customized. Beda dengan Web Hosting, proteksi security dilakukan terserah apa kata ISP. Kelemahan proteksi inilah yang dimanfaatkan oleh Hacker dengan melakukan Port Scanning untuk menemukan celah security yang bisa ditembus untuk bisa masuk dan mengambil alih websites tersebut.

Kedua
Mengunakan Hardware Security yang powerfull diantaranya yang memiliki fitur Firewall, IDS (Intrusion Detection System) dan IPS (Intrusion Prevention System). Contohnya mengunakan Fortigate, Cisco Series Security, 3Com Tipping Point, dan lainnya. Dapat juga mengunakan software IDS seperti Black ICE Countermeasures ataupun Distro Linux untuk security system seperti Smootwall, Monowall, Customized Distro Linux, dan lainnya. Umumnya, baik software maupun hardware security ini bisa secara otomatis mengirimkan email alert bahkan bisa mengirimkan alert via SMS jika system mendeteksi adanya serangan dari hacker.

Ketiga
Mengunakan system yang Stable yang sudah perfect systemnya, sehingga kemungkinan adanya celah keamanan juga dapat diminimalkan. Banyaknya software atau tool web builder dengan berbagai versi terutama versi gratis/ free License/ Freeware, sebaiknya para pemakai memilih versi yang sudah dinyatakan Stable. Seperti adanya BUG pada software Joomla versi 1.5.0 – 1.5.5.

Keempat
Web Administrator/ System Administrator harus melakukan Review, Testing, Simulasi secara berkala terhadap keamanan pada Server yang dikelolanya. Bahkan bisa bekerja sama dengan Hacker (White Hacker yang dapat dipercaya reputasinya) untuk melakukan Audit terhadap implementasi Security webservernya.

situs underground pribumi


Dunia hitam atau underground komputer yang setahu saya disebut-sebut sebagai hacker kini menjadi motivasi tersendiri bagi siapapun termasuk mahasiswa jurusan ilmu komputer atau sejenisnya. Keinginan untuk merusak atau ingin kebebasan dalam bidang komputer seperti keinginan dalam memiliki software yang full tanpa bayar sedikitpun (Cracking) adalah salah satu contoh dalam bidang ini.

Kalau kita googling kata “hacker” pasti banyak sekali situs-situs yang membicarakan tentang bidang ini. Bagi kita yang masih pusing dengan bahasa-bahasa luar yang njelemit -bahasa inggris-, maka tak usah kecewa, kita tetap bisa tahu tentang dunia ini dengan gabung dengan situs-situs milik pribumi yang gak kalah gilanya dengan situs luar. Jangan pernah meremehkan kemampuan orang pribumi, karena kita termasuk Negara yang banyak memproduksi virus, menjebol system, bahkan pembajakan software pun kita berada dalam urutan teratas. Ini menjadi bukti -disamping bukti negatif tentang Indonesia- bahwa orang-orang pribumi juga tidak kalah hebat dengan orang luar.

Berikut ini ada 3 situs pribumi yang saya tahu, walaupun saya baru daftar dalam forum-forumnya, tapi menurut Saya ketiga situs ini bagus sekali dalam sharing ilmu dalam bidang ini.

1. ECHO (Endonesia Community Hacker and Open Source)

Gelap dan hitam, begitulah setelah kamu masuk dalam situs ini, maklum, namanya juga underground. Di situs ini ada forum diskusinya dan berbagai informasi-informasi terbaru tentang dunia underground, serta ada e-zine (artikel-artikel buatan ECHO).Gabung saja dalam forum-forum diskusinya dan sopanlah, insyaAllah berguna untuk kamu yang mau tahu tentang bagaimana dunia underground.

2. Yogya Free

Tahu bahwa ada beberapa hacker Indonesia yang sekarang terkanal di internasional yang katanya berasal dari yogya, langung Saya coba ketik yogya hacker di Om Google. Ternyata benar ada komunitas underground yogya. Masuk dan lihat-lihat ternyata bagus juga, ada forum diskusi, CD yang berisi tentang tutorial dan software-software versi underground yogyafree, majalahnya dalam bentuk pdf pun ada. Wah pokoknya keren nih situs.

Memang maklum saja mungkin di Jogja sana berkumpulnya para underground karena teman Saya, yang sedang kuliah di UGM bilang bahwa dengan 2 juta Kita bisa ngekos dengan internet yang siap dipakai, bebas sudah, tinggal kitanya mau memanfaatkan tidak. Kalau di Bandung, Kamu nyari kosan seharga itu dapetnya kosan yang bisa tidur buat satu orang saja, sempit dan bosan bagi kita anak IT yang gak ada internetan untuk menjelajah, mengupdate pengetahuan IT. Keren dah Yogja…

3. Kecoak

Coba saja browse di Om Google, lalu masuk dech..gemana bagus kan..sama dengan 2 situs diatas, kecoak-pun punya majalah dalam bentuk txt dan lain sebagainya.

Kalau kamu sekarang kuliah dan mengambil jurusan tentang komputer (IT), maka wajib bagi kamu meng-update pengetahuanmu. Lihatlah perkembangan diluar, jangan hanya ngejar materi dosen saja, pasti kamu akan ketinggalan zaman dan akan kaget nanti melihat perkembangan diluar yang sudah jauh. Mengapa kita harus tahu tentang dunia underground??? Kita harus tahu untuk mengetahui apa saja langkah dan cara-cara penjebolan, penghancuran atau lain sebagainya tentang underground agar nanti kita tidak menjadi korban. Tetapi tetap jadilah orang yang berguna untuk orang lain, jangan malah buat kamu jadi orang yang berbuat buruk kepada orang lain kerena hidup ini untuk akhirat nanti…

tingkatan masyarakat hacker


1. Si Dungu
Saya rasa tidak berlebihan untuk menyebut masyarakat pada tingkatan
ini dengan istilah dungu. Mereka hanya memiliki kemampuan teknis
komputer yang rendah dan mengenal hacking dari surat kabar, bahwa
hacker adalah seorang penjahat elektronik.
Bahkan beberapa diantara mereka juga menulis di surat kabar dalam
hal dan konsep yang sama.

2. Lamer
Lamer merupakan sebuah fenomenal awal remaja yang tertarik
mempelajari hacking. Mereka mempunyai kemampuan komputer standar
dan sedikit lebih banyak mendapat informasi.
Mereka mencoba mencari petunjuk serangan praktis. Baik dari e-zine
maupun melalui diskusi IRC (Chatting). Serangan dilakukan dengan
trojan, sebuah remote administration tool yang memberikan akses
terhadap mesin yang telah terinfeksi.
Lamer juga melakukan benyak hal-hal tidak berguna, seperti
tukar-menukar nomor kartu kredit, dan tukar-menukar password
website porno komersial.
Hacker yang kompeten, atau remaja yang berhasil lolos dari
'seleksi alam' akan melalui masa ini dengan begitu cepat memasuki
wilayah penuh keingintahuan.

3. Wannabe
Wannabe hacker menganggap hacking lebih sebagai philosophy, atau
seni kehidupan. Mereka mulai membaca teknik-teknik hacking dasar
dan melakukan searching (pencarian) dokumen-dokumen hack yang lebih
serius. Wannabe telah menunjukkan antusiasnya dalam hacking dan
mulai meninggalkan dunia lamer yang penuh kebodohan.

4. Larva
Perjalanan penuh perjuangan menjadi kupu-kupu. Larva telah
disibukkan dengan berbagai pertanyaan bagaimana benda-benda
bekerja ? Bagaimana dunia bekerja. Larva adalah step terpenting
dalam pembentukan jati diri hacker. Mereka menemukan cara untuk
membuat eksploits sendiri. Mencoba melakukan penetrasi sistem tanpa
melakukan pengerusakan, karena mereka tahu, pengerusakan sistem
adalah cara termudah bagi mereka (sysadmin dan polisi) untuk
menangkap jejak sang larva.

5. Hacker
Sebuah keindahan, naluri, karunia tuhan terhadap orang-orang
yang berjuang. Akhirnya tingkatan tertinggi dari budaya digital
telah dicapai. Sebuah dunia baru menanti. Dunia hacking !!

Sesunguhnya setiap orang tidak akan tau kapan pastinya ia menjadi
hacker. Sama halnya dengan anda tidak pernah tau pasti kapan anda
tertidur. Hal terpenting adalah terus belajar dan mengembangkan
pengetahuan. Saat anda beristirahat sejenak dan mengenang kembali
.. anda telah menjadi hacker.


Kemampuan spesial.

Hacker dalam tahap pendewasaannya akan mengalami spesialisasi
skil/kemampuan. Mereka akan dikenal sebagai:

1. Wizard
Yaitu seseorang yang memiliki pengetahuan yang begitu banyak
terhadap subyek tertentu.

2. Guru
Seseorang yang tau apapun tehadap subyek tertentu. Mereka
mengetahui fitur-fitur tak terdokumentasi. Trik-trik pengembangan,
dan teknik-teknik mengalahkan keterbatasan - limit -


Hacker sejati mengenal kebodohannya dan terus mengembangkan diri untuk
mengatasi semua kebodohannya. Dan dalam perjalanan itu alam mengadakan
seleksi, siapakah yang mampu bertahan ?

Hacker dan Cracker


Hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka beroperasi dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kali muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama. Kemudian pada tahun 1983, analogi hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang yang memiliki obsesi untuk memahami dan menguasai sistem komputer. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Hacker sejati menyebut orang-orang ini 'cracker' dan tidak suka bergaul dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak
bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.

Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun sekali yaitu diadakan setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan hacker terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas hacking.

Pengertian Hacker dan Cracker
1. Hacker
Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya dengan orang-orang di Internet. Sebagai contoh : digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer.

Digigumi ini menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya, game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak. Hacker disini artinya, mencari, mempelajari dan mengubah sesuatu untuk keperluan hobi dan pengembangan dengan mengikuti legalitas yang telah ditentukan oleh developer game. Para hacker biasanya melakukan penyusupan-penyusupan dengan maksud memuaskan pengetahuan dan teknik. Rata - rata perusahaan yang bergerak di dunia jaringan global (internet) juga memiliki hacker. Tugasnya yaitu untuk menjaga jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar "cracker", menguji jaringan dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para cracker mengobrak - abrik jaringannya, sebagai contoh : perusahaan asuransi dan auditing "Price Waterhouse". Ia memiliki team hacker yang disebut dengan Tiger Team. Mereka bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka.

2. Cracker
Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk menunjukan kelemahan keamanan sistem.

Hirarki / Tingkatan Hacker
1. Elite
Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ?suhu?.

2. Semi Elite
Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.

3. Developed Kiddie
Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.

4. Script Kiddie
Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.

5. Lamer
Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ?wanna-be? hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.

Cracker tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan merusak.



Kode Etik Hacker
1. Mampu mengakses komputer tak terbatas dan totalitas.
2. Semua informasi haruslah FREE.
3. Tidak percaya pada otoritas, artinya memperluas desentralisasi.
4. Tidak memakai identitas palsu, seperti nama samaran yang konyol, umur, posisi, dll.
5. Mampu membuat seni keindahan dalam komputer.
6. Komputer dapat mengubah hidup menjadi lebih baik.
7. Pekerjaan yang di lakukan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus disebar luaskan.
8. Memegang teguh komitmen tidak membela dominasi ekonomi industri software tertentu.
9. Hacking adalah senjata mayoritas dalam perang melawan pelanggaran batas teknologi komputer.
10. Baik Hacking maupun Phreaking adalah satu-satunya jalan lain untuk menyebarkan informasi pada massa agar tak gagap dalam komputer.

Cracker tidak memiliki kode etik apapun.



Aturan Main Hacker
Gambaran umum aturan main yang perlu di ikuti seorang hacker seperti di jelaskan oleh Scorpio, yaitu:
· Di atas segalanya, hormati pengetahuan & kebebasan informasi.
· Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.
· Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack.
· Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan.
· Tidak pernah mengambil resiko yang bodoh ? selalu mengetahui kemampuan sendiri.
· Selalu bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan & mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.
· Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.
· Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
· Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.
· Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.

Hacker sejati akan selalu bertindak berlandaskan kode etik dan aturan main sedang cracker tidak mempunyai kode etik ataupun aturan main karena cracker sifatnya merusak.



Perbedaan Hacker dan Cracker
HACKER
1.Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji situs Yahoo! dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.
2.Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.

CRACKER
1. Mampu membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan. Sebagia contoh : Virus, Pencurian Kartu Kredit, Kode Warez, Pembobolan Rekening Bank, Pencurian Password E-mail/Web Server.
2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
3. Mempunyai situs atau cenel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.
4. Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.
5. Kasus yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan. Sebagai contoh : Yahoo! pernah mengalami kejadian seperti ini sehingga tidak bisa diakses dalam waktu yang lama, kasus clickBCA.com yang paling hangat dibicarakan tahun 2001 lalu.

Dua Jenis Kegiatan Hacking:
1. Social Hacking, yang perlu diketahui : informasi tentang system apa yang dipergunakan oleh server, siapa pemilik server, siapa Admin yang mengelola server, koneksi yang dipergunakan jenis apa lalu bagaimana server itu tersambung internet, mempergunakan koneksi siapa lalu informasi apa saja yang disediakan oleh server tersebut, apakah server tersebut juga tersambung dengan LAN di sebuah organisasi dan informasi lainnya.
2. Technical Hacking, merupakan tindakan teknis untuk melakukan penyusupan ke dalam system, baik dengan alat bantu (tool) atau dengan mempergunakan fasilitas system itu sendiri yang dipergunakan untuk menyerang kelemahan (lubang keamanan) yang terdapat dalam system atau service. Inti dari kegiatan ini adalah mendapatkan akses penuh kedalam system dengan cara apapun dan bagaimana pun.

Contoh Kasus Hacker:
1. Pada tahun 1983, pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s(414 merupakan kode area lokal mereka) yang berbasis di Milwaukee AS. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut melakukan pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

2. Digigumi (Grup Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang game dan komputer dengan menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya : game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu, status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak.

3. Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah, konsultan Teknologi Informasi (TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama "unik", seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection(pada dasarnya teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di address bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004.

Akibat yang Ditimbulakan oleh Hacker dan Cracker
Hacker: membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali hidup karena hacker membantu administrator untuk memperkuat jaringan mereka.
Cracker: merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.


Kesimpulan
Para hacker menggunakan keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam sebuah software. Oleh karena itu, berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Maka hacker dapat disebut sebagai pahlawan jaringan sedang cracker dapat disebut sebagai penjahat jaringan karena melakukan melakukan penyusupan dengan maksud menguntungkan dirinya secara personallity dengan maksud merugikan orang lain. Hacker sering disebut hacker putih (yang merupakan hacker sejati yang sifatnya membangun) dan hacker hitam (cracker yang sifatnya membongkar dan merusak).

cara kerja hacker


1. Footprinting

intelejen awal tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan target yang dituju. Dengan cara ini seorang penyerang akan memperoleh profile / postur keamanan yang lengkap dari organisasi / jaringan yang akan di serang.

2. Scanning

Scanning merupakan tanda dari dimulainya sebuah serangan oleh peretas (pre-attack). Pada tahap ini, peretas akan mencari berbagai kemungkinan yang dapat digunakan untuk mengambil alih komputer atau sistem dari target. Tahapan ini dapat dilakukan jika informasi yang didapat pada tahap reconnaissance mencukupi sehingga peretas bisa mencari “jalan masuk” untuk menguasai sistem. Berbagai peralatan (tools) dapat membantu seorang peretas untuk melalui tahapan ini.

3.Enumeration

enumerasi adalah tahapan mendapatkan informasi dari korban seperti halnya dengan tahapan awal proses hacking hanya saja,Anda melakukannya dengan cara yang lebih aktif karena langsung menyasar korban Anda. Karena Anda langsung berhubungan dengan korban,tindakan ini sangat mungkin dicatat oleh firewall ataupun IDS sehingga dianggap sebagai tahapan yang cukup berbahaya untuk hacker.

4.Gaining Acces

Gaining access juga dapat dikatakan fase penetrasi, dimana dalam fase ini hacker mengekploitasi kelemahan dari sistem yang sudah diketahui setelah melakukan kegiatan reconnaissance dan scanning. Hacker berusaha untuk mendapatkan hak akses, sebagai contoh : hacker berusaha masuk untuk mendapatkan hak akses sebagai administrator padahal hacker tersebut bukanlah administrator pada sistem tersebut.

5.Escalating Privilege

Escalating Privilege. Bila baru mendapatkan user password ditahap sebelumnya, di tahap ini diusahakan mendapat privilese admin jaringan dengan password cracking atau exploit sejenis get admin, sechole, atau lc_messages.

6. Pilfering

Proses pengumpulan informasi dimulai lagi untuk mengidentifikasi mekanisme untuk mendapatkan akses ke trusted system. Mencakup evaluasi trust dan pencarian cleartext password diregiatry, config file, dan user data.

7. Covering Tracks

Begitu control penuh terhadap sistem diperoleh, maka menutup jejak menjadi prioritas.Meliputi membersihkan network log dan penggunaan hide tool seperti macam-macam rootkit dan file streaming.

8.Creating Backdoor

Pintu belakang diciptakan pada berbagai bagian dari sistem untuk memudahkan masuk kembali ke sistem ini dengan cara membentuk user account palsu, menjadwalkan batch job, mengubah startup file, menanamkan service pengendali jarak jauh serta monitoring tool, dan menggantikan aplikasi dengan trojan.

9.Denial Of Service

Bila semua usaha di atas gagal, penyerang dapat melumpuhkan sasaran sebagai usaha terakhir. Meliputi SYN flood, teknik-teknik ICMP, Supernuke, land/latierra, teardrop, bonk, newtear, trincoo, dan lain lain.